Syarat Kenaikan Pangkat Guru Tahun 2013 ,”Tambah Berat”

Mulai tahun 2013 kenaikan pangkat guru berpedoman pada Permen Menpan Nomor 16 Tahun 2009 tentang angka kredit jabatan dan peraturan bersama Mendiknas dan Kepala Kepegawaian Negara Nomor 3/V/PB/2010 dan Nomor 14 Tahun 2010 tentang petunjuk pelaksanaan jabatan fungsional guru dan angka kreditnya.


Dengan diberlakukannya aturan baru ini maka aturan terdahulu tentang angka kredit tidak berlaku lagi. Aturan ini mulai berlaku 1 Januari 2013. Tugas guru yang makin berat telah menyongsong di depan.
Dalam aturan baru, banyak kewajiban yang harus dipenuhi dan diantaranya ada empat unsur utama yang mesti diperhatikan:

 Pertama pendidikan,

Kedua pembelajaran,

Ketiga pengembangan profesionalisme berkelanjutan dan

Keempat unsur penunjang.


Unsur pertama yang menjadi penilaian menyangkut ijazah dan diklat, unsur kedua menyangkut tugas-tugas pokok guru di depan kelas dan tugas lain yang relevan dengan tugas sekolah, unsur ketiga menyangkut pelaksanaan pengembangan diri, melaksanakan publikasi ilmiah (karya ilmiah) dan melaksanakan karya inovatif sementara unsur keempat menyangkut pelaksanaan kegiatan yang mendukung tugas guru dan menyangkut gelar ijazah yang tidak sesuai dengan bidang yang diampunya.

 

Bila merujuk pada aturan baru dalam kenaikan pangkat tersebut  bisa disimpulkan bahwa guru yang baru diangkat diwajibkan melakukan pengembangan profesi tergantung pangkat atau golongannya. Kegiatan pengembangan profesi sebagaimana diatur dalam peraturan baru ini, tidak lain bertujuan untuk meningkatkan dan memantapkan profesionalisme guru serta meningkatkan citra, harkat dan martabat dan kebanggan kepada penyandang profesi guru.
Termasukl memberikan motifasi kepada guru untuk tetap memiliki komitmen melaksanakan tupoksinya sebagai tenaga professional

 

Berikut Kutipan sebagai isi Juklak Syarat kenaikan Pangkat Jabatan Fungsional Guru yang baru

  1. III/a ke III/b wajib melaksanakan kegiatan pengembangan diri (pelatihan dan kegiatan kolektif guru) yang besarnya 3 angka kredit.
  2. III/b ke III/c wajib melaksanakan kegiatan pengembangan diri (pelatihan dan kegiatan kolektif guru) yang besarnya 3 angka kredit dan publikasi ilmiah/karya inovatif (karya tulis ilmiah, membuat alat peraga, alat pelajaran, karya teknologi/seni) dengan 4 angka kredit.
  3. III/c ke III/d wajib melaksanakan kegiatan pengembangan diri (pelatihan dan kegiatan kolektif guru) yang besarnya 3 angka kredit dan publikasi ilmiah/karya inovatif (karya tulis ilmiah, membuat alat peraga, alat pelajaran, karya teknologi/seni) dengan 6 angka kredit.
  4. III/d ke IV/a wajib melaksanakan kegiatan pengembangan diri (pelatihan dan kegiatan kolektif guru) yang besarnya 4 angka kredit dan publikasi ilmiah/karya inovatif (karya tulis ilmiah, membuat alat peraga, alat pelajaran, karya teknologi/seni) dengan 8 angka kredit.
  5. IV/a ke IV/b wajib melaksanakan kegiatan pengembangan diri (pelatihan dan kegiatan kolektif guru) yang besarnya 4 angka kredit dan publikasi ilmiah/karya inovatif (karya tulis ilmiah, membuat alat peraga, alat pelajaran, karya teknologi/seni) dengan 12 angka kredit.
  6. IV/b ke IV/c wajib melaksanakan kegiatan pengembangan diri (pelatihan dan kegiatan kolektif guru) yang besarnya 4 angka kredit dan publikasi ilmiah/karya inovatif (karya tulis ilmiah, membuat alat peraga, alat pelajaran, karya teknologi/seni) dengan 12 angka kredit (dan harus presentasi di depan tim penilai).
  7. IV/c ke IV/d wajib melaksanakan kegiatan pengembangan diri (pelatihan dan kegiatan kolektif guru) yang besarnya 5 angka kredit dan publikasi ilmiah/karya inovatif (karya tulis ilmiah dengan 14 angka kredit.
  8. IV/d ke IV/e wajib melaksanakan kegiatan pengembangan diri (pelatihan dan kegiatan kolektif guru) yang besarnya 5 angka kredit dan publikasi ilmiah/karya inovatif (karya tulis ilmiah, membuat alat peraga, alat pelajaran, karya teknologi/seni) dengan 20 angka kredit.

Komentar :

No Komen : 28
:: 13-04-2013 03:52:47
 
No Komen : 27
Ana R. Diana :: 04-04-2013 01:13:07
Bagus, Siapa takut?
 
No Komen : 26
djamaludin :: 25-03-2013 14:38:50
Cara menghemat APBN, biar pengeluaran untuk gaji tidak naik signifikan maka aturan kenaiakan pangkat dipersulit,yang sudah terealisasi adalah Sertifikasi Guru ( hanya guru S1 yang layak dapat tunjanan)yang notabene bukan jumlah mayoritas guru di indonesia
 
No Komen : 25
amirsyah :: 21-02-2013 19:51:36
bagaimana yang naik pangkat periode april 2013,kan ngurus bahanya bulan novbr kmrn ? Apa udah berlaku peraturan baru ?
 
No Komen : 24
ridho :: 12-02-2013 07:44:29
pemerintah hanya ingin uagnya dengan cara merubah peraturan peraturan yang ada,
sedagkan peraturan rubahan yang baru tidak mendukung siswa agar lebih maju,lebih pintar dan cerdas tetapi peraturan tersebut adalah lebih mengotak-atik guru yang akibatny guru akan lebih disusahkan dalam kesejahteraannya dan akhirnya guru hanya mementingkan kenaikan tingkatnya aja tidak mementingkan TUPOKSI nya sebagai PENGAJAR dan PENDIDIK.
kalo misal tiap sekolah diberikan bantuan yang tidak "disunat" untuk pembangunan gedung baru agar seimbang/ideal antara guru dan murid (1:20)maka akan maju pendidikan di Indonesia.
dari pada uangnya untuk rebutan sertifikasi (tu aja susah keluarnya) mending untuk pengadaan guru aja agar pendidika lebih maju lagi tidak ada guru sekolah HONORER.
 
No Komen : 23
mukhamad hadi :: 08-02-2013 19:46:19
SAYA SANGAT SETUJU SEKALI KRN YANG MAJU GURUNYA AKTIF MENGEJAR TINGKAT, SISWANYA OBYEK PERMAINA. KAPAN ANAK BANGSA CERDAS
 
No Komen : 22
Abdullah :: 05-02-2013 08:18:09
bagaimana siswa mau pintar kalau gurunya dibuat sibuk dengan peraturan
 
No Komen : 21
dano :: 30-01-2013 17:29:50
Mohon disosialisasikan bagi pegawai khususnya di daerah yang terpencil seperti pedalaman papua.Thanks...
 
No Komen : 20
clara :: 28-01-2013 22:27:12
yang bikin peraturan bukan berasal dari dunia pendidikan,... jikA ingin meningkatkan mutu pendidikan maka pola pengajarannya yang harus diubah bukan gurunya yang di utak atik.... WAHAI SAUDARA MENDIKNAS ATAU PEJABAT YANG BERWENANG, JIKA INGIN MENCERDASKAN ANAK BANGSA TOLONG BERHENTI MENGHABISKAN ANGGARAN DENGAN MODUS MERUBAH ATAU MENG UTAK-ATIK PERATURAN... LEBIH BAIK ANGGARANYA DI GUNAKAN UNTUK MEMPERBANYAK BANGUNAN SEKOLAH DI DAERAH,HINGGA PERBANDINGAN MURI DENGAN GURU MENJADI IDEAL 1:20. SATU GURU MENDIDIK 20 SISWA. BUKAN 45 ATAU 40 SEPERTI DI DAERAH KAMI. jIKA TERLALU RAMAI KELAS MENJADI SEPERTI PASAR. JIKA SUDAH BEGITU MUSTAHIL MATERI BISA DITANGKAP SISWA
 
No Komen : 19
mastoro :: 28-01-2013 21:29:03
Dengan atran ini bisakah guru naik pangkat 2 tahun atau 3 tahun ? bagaimana caranya ?
 
No Komen : 18
anto :: 23-01-2013 08:01:05
bagaimana negara kita bisa maju guru sibuk mengurusi kenaikan pangkat siswa jadi terabaikan, yang buat peraturan koplak tidak tahu pendidikan
 
No Komen : 17
dodik :: 22-01-2013 23:34:02
karya ilmia yang bagaimana?
 
No Komen : 16
umi said :: 22-01-2013 23:31:09
untuk buat kti,apa perlu diseminarkan dulu apa langsung dijilid ?
 
No Komen : 15
Nelson Simanjuntak :: 12-01-2013 10:41:26
Mohon agar disosialisasikan dengan cepat terutama bagi guru yang di daerah.
 
No Komen : 14
dwi nurcahyono :: 08-01-2013 02:25:48
penulisan karya ilmiah/karya tulis yang dapat diakui sebagai angka kredir harus dipubilkasikan atau cukup dijilid dan kalau dipublikasikan pada media masa jurnalah ilmiah yang bagaimana mhn penjlasan
 
No Komen : 13
Jaelani :: 06-12-2012 06:40:06
Peraturannya berubah terus......nga paten...sesuai keinginan pemerintah.....kacau....
 
No Komen : 12
dewa mertawan :: 30-10-2012 21:56:01
saratnya ribt tpi finsialnya dinaikan dong.....mana bsa jdi gru profesinal klo UUD Nya dikit....
 
No Komen : 11
dewa mertawan :: 30-10-2012 21:49:38
mantep...................siswa sibuk tauran,guru sibuk urus fortofolio
 
No Komen : 10
kaprah :: 20-10-2012 15:23:58
umar bakri, guru pegawai negeri, makin sibuk ngurus diri, gara-gara sk mentri, gak sempet ngurus siswa-siswi. pak mentri....!, kami siswa-siswi, tolong ajar kami ilmu pasti, agar kami tak berkelahi. umar bakri....! dipecat mentri, pensiun dini, kini tiap hari, jadi sopir pedati, kini tiap hari, selalu minum top kopi.
 
No Komen : 9
diyon :: 16-10-2012 17:46:51
cbsa...guru sibuk, kasek sibuk, kadis sibuk pak mentri sibuk..prof sibuk ubah kurikulum....murid juga sibuk tawuran. www.gaknyambung.com
 
No Komen : 8
atiya :: 15-10-2012 14:58:02
tolong perhatikan kesejahteraan guru....!!!!!!
 
No Komen : 7
dedy wowo :: 19-09-2012 05:05:26
bgmana klu kenaikan pangkatnya tuk periode april 2013, apakah peraturan baru tlah dikenakan?
 
No Komen : 6
zulkifli :: 28-08-2012 12:18:20
semakin banyak peraturan yang di bebabnkan kepada guru akan terus berkurang prestasi siswa, karena guru sudah sibuk dengan karya ilmiah dan lain2nyan untuk kenaikan pangkatnya.maka tugas pokok guru sudah banyak terabaikan, sebagai contoh pada saat guru ramai-ramai buat porto polio untuk sertifikasi, guru kasih buku sama siswa lalu guru asik nyusun portopolio dimeja depan kelas...... Salah Siapa!!!! salah guru atau salah yang membuat peraturan!!!!! semakin ditekan guru semakin merosot pendidikan!!!!
 
No Komen : 5
m.adhar c :: 22-08-2012 03:33:38
waduh....program pemerintah sangat bagus harus di sosialisasikan dg baik kedaerah2 jangan sampai ada yg ga nyambung para guru
 
No Komen : 4
dian kustiani :: 15-08-2012 22:24:15
ternyata tidak mudah untuk menjadi guru yang profesional
 
No Komen : 3
rosmawar :: 14-07-2012 10:09:13
prtrnnya sih oke tp tambah ripet dg prtrn bkn lg penekanan bagaimana siswa hrs berkompeten.
 
No Komen : 2
Ika sartika :: 10-07-2012 21:09:54
Utk knaikan pangkat d perlukan pngembangan diri & platihan, yg ingin sy tykan, pngembangan diri & platihan d berikan dr skul Atau pribadi?
 
No Komen : 1
rismiranda :: 04-05-2012 01:03:17
bagaimana jika usul naik pangkatnya bulan oktober 2012, tetapi sk kenaikan pangkatnya biasanya keluar april 2013,aturan mana yang dipkai, tlg penjelasan
:: Reply ::

Yang saya alami periode TMT Oktober 2012 berkas terakhir masuk bulan juni. Untuk peraturan baru masuk 2013  maaf belum ada informasi

Nama :
E-mail :
Web :
Komentar :
Masukkan kode pada gambar

    [Emoticon]